Buff kemana kamu??
Semenjak anniversary kita kelima, kamu sering menghilang tanpa kabar. Apakah
kau tak mengingatku lagi buff? Apakah disana kamu telah menemukan seseorang
yang lebih baik dariku? Ingatlah semua janjimu buff aku mohon. Aku tak mau
kehilanganmu buff.
Baru kali ini aku merasakan kesepian, bayangan Yoga selalu membayang. Beberapa hari ini aku selalu memimpikan Yoga, Yoga selalu mengatakan dia akan pergi jauh dan aku adalah cinta abadinya. Aku tak tahu maksud mimpi itu.
Aku lebih sering mengurung diri di dalam kamar, aku lebih sering absen kuliah.
“Nisaaa...keluarlah
nak. Jangan mengurung diri seperti ini. Bukalah pintu mama mau masuk.” (suara
mama dari balik pintu)
“Nisa baik-baik saja ma.” (teriakku
dari dalam kamar)
“Bukalah pintu sebentar sayang.”
“Baiklah ma.”
“Kamu kenapa Nisa, beberapa hari ini
kamu sering mengurung diri dirumah, bagaimana dengan kuliahmu?”
“Nisa tidak apa-apa ma, tenang saja ma
Nisa nitipkan absen Nisa ke Dinda hehehehe...”
“Jangan begitu Nisa, ceritalah ke mama.
Sekarang jadikan mama seperti sahabtmu sendiri ya.”
“Semenjak anniversary kelima Nisa sama
Yoga, Yoga selalu tak ada kabar Ma. Dia yang dulu selalu kasih kabar, sekarang
tidak ma. Mungkin dia sudah menemukan seseorang yang lebih baik dari Nisa kali
ya ma..?
“Kamu jangan berpkir negatif dulu ke
Yoga, siapa tahu dia lagi sibuk, atau apa. Jangan berpikir negatif dulu sayang.
Kalau Yoga adalah jodohmu dia pasti akan kembali untukmu sayang. Kalau kamu
lebih sering mengurung diri begini, berarti kamu mengecewakan Yoga. Mama yakin
Yoga ingin cepat pulang dan melihatmu lagi. Jika suatu saat Yoga kembali dan melihat
kamu seperti ini tanpa semangat. Ntar dia kecewa sama kamu.”
“Tapi Nisa benar-benar tak ada semangat
ma, Yoga yang selalu memberikan Nisa semangat. Dia sekarang menjauh, tidak ada
yang membuat Nisa semangat menjalani hari-hari Nisa ma.”
“Mama selalu ada untukmu nak, sekarang
keluarlah. Jalani hari-harimu dengan semangat. Ok sayang.”
“Baiklah ma, Nisa akan kembali seperti
Nisa yang dulu. Terima kasih ya ma. Mama telah menumbuhkan semangat Nisa lagi.”
(sambil memeluk mama)
Semangatku pun kembali seperti dulu. Ku
jalani hari-hariku dengan senyuman, dan beranggapan Yoga ada disampingku
menemaniku. Saat malam hari mobile phone ku berdering ternyata itu pesan dari
Yoga.
Sayang maafkan aku, aku baru sempat membalas
pesanmu. Aku tak pernah melupakanmu sayang, aku selalu memikirkanmu percayalah.
Aku memang hari-hari ini sibuk. Aku tak pernah berniat menggantikanmu dengan
siapapun, kamu tetap yang terindah. Yakinlah kamu pasti abadi untukku. Aku
ingin sekali melihat wajahmu lagi, dan membuat mu tersenyum. Tetap jaga hatimu
ya sayang. Aku menyayangimu Nisa.
Akhirnya Yoga membalas pesanku, betapa
tenang hati ini Tuhan, aku semakin bersemangat menjalani hari-hariku. Aku pun
mulai masuk kuliah, aku semakin serius kuliah. Karena aku mau disaat Yoga
kembali, Yoga bangga melihatku berhasil.
Bila disaatku merindukan Yoga, aku selalu pergi ke taman mawar merah dan mengenang saat-saat terindahku bersama Yoga. Terkadang aku menangis mengingat Yoga. Tapi aku tetap tegar, aku yakin tanpa Yoga aku pasti bisa menjalani hari-hariku.
Suatu hari aku mendapat kiriman, ternyata kiriman itu dari Yoga. Setelah ku lihat ternyata isinya adalah bunga mawar merah yang begitu banyak. Dan terdapat sepucuk surat dari Yoga.
Bila disaatku merindukan Yoga, aku selalu pergi ke taman mawar merah dan mengenang saat-saat terindahku bersama Yoga. Terkadang aku menangis mengingat Yoga. Tapi aku tetap tegar, aku yakin tanpa Yoga aku pasti bisa menjalani hari-hariku.
Suatu hari aku mendapat kiriman, ternyata kiriman itu dari Yoga. Setelah ku lihat ternyata isinya adalah bunga mawar merah yang begitu banyak. Dan terdapat sepucuk surat dari Yoga.
Dear
Nisa,
Hai
sayang bagaimana keadaanmu disana? Bagaimana dengan mamamu juga?
Aku sangat merindukanmu sayang. Disetiap kesibukkanku terselip bayanganmu, dan bayanganmu terbawa di dalam mimpiku.
Inginku melihat senyummu lagi,dan bayanganmu. Kenangan yang tlah kita ukir gak mungkin bisa tergantikan oleh siapapun. Hanya kamu yang dapat memberikan ku kebahagiaan, tiada yang lain. Percayalah sayang. Aku mengirimkan bunga kesukaanmu, simpanlah bunga itu dan rawatlah.
Taruh bunga-bunga itu di kamarmu, jangan biarkan dia layu.
Jaga hatimu sayang. Hanya itu yang inginku sampaikan.
I LOVE YOU SO MUCH NISA :*:*
Aku sangat merindukanmu sayang. Disetiap kesibukkanku terselip bayanganmu, dan bayanganmu terbawa di dalam mimpiku.
Inginku melihat senyummu lagi,dan bayanganmu. Kenangan yang tlah kita ukir gak mungkin bisa tergantikan oleh siapapun. Hanya kamu yang dapat memberikan ku kebahagiaan, tiada yang lain. Percayalah sayang. Aku mengirimkan bunga kesukaanmu, simpanlah bunga itu dan rawatlah.
Taruh bunga-bunga itu di kamarmu, jangan biarkan dia layu.
Jaga hatimu sayang. Hanya itu yang inginku sampaikan.
I LOVE YOU SO MUCH NISA :*:*
Aku pun tersenyum, segera ku
memindahkan bunga mawar itu ke dalam vas yang begitu cantik. Kamarku menjadi
begitu wangi dengan adanya bunga mawar itu. Ku telfon Yoga, tetapi tak ada
jawaban darinya. Aku begitu kecewa, tapi aku tetap berpikir positif, mungkin
dia lagi sibuk dengan kerjaannya.
....
Waahhh ternyata besok hubunganku dengan
Yoga telah genap 6 tahun. Betapa senangnya aku, karena Yoga akan menepati
janjinya untuk kembali. Rasa tak sabar aku menunggu kehadiran Yoga. Keesokan
paginya aku cepat-cepat mengirim pesan ke Yoga, aku ingin yang pertama
mengucapkan sebelum Yoga.
Buff
hari ini genap 6 tahun hubungan kita. Dan genapnya 2 tahun kamu disana.
Kamu
ingat dengan janjimu untuk kembali kan buff? Kamu masih ingatkan?? Kasih tahu
aku buff kapan kamu akan pulang kesini, aku ingin memberikan mu kejutan. Aku sangat senang dengan ini buff, semoga
kamu yang menjadi yang terakhir ya buff AMIN . Aku sangat-sangat merindukanmu
my sweet :*
Oh
iya hari ini genap hubungan kita, biasanya aku yang ucapin duluan, tumben
sekarang kamu yang ucapin sekarang hehehee... Semoga hubungan kita semakin lama
ya sayang. Iya nanti aku akan kasih tahu kapan aku kembali, urusanku juga
sebentar lagi selesai. Aku juga sangat merindukanmu. I love you too Nisa :*
Sudah tak sabar aku ingin melihat Yoga,
inginku percepat waktu. Aku pun berpikir untuk ke taman bunga mawar yang sering
aku dan Yoga kunjungi. Cepat-cepat ku mandi dan pergi ke taman bunga mawar itu.
“Mau
kemana kamu Nisa pagi-pagi begini?”
“Aku ingin ke taman bunga mawar itu ma,
hari ini genap 6 tahunnya hubunganku dengan Yoga, dan genapnya 2 tahunnya Yoga
disana ma, tahun ini dia akan pulang ma.” (nadaku gembira)
“Syukurlah, nanti kita buat kejutan
untuk kehadiran Yoga ya Nisa, yaudah kamu hati-hati perginya. Jangan ngebut.”
“Baiklah ma.”
Aku
pun pergi ke taman bunga itu, aku melaju dengan kencang, karena aku ingin cepat
sampai di taman bunga itu. Aku menyalib mobil di depanku dan ternyata di arah
yang berlawanan tampak truk yang melaju sangat kencang. Aku tak dapat
mengelak
lagi, dan...... DuarrrrrrrrRR....
Terdengar
suara begitu keras dari telingaku, aku tak dapat membuka mataku lagi. Aku di
bawah sadarku.
....
Saat
aku tersadar, ternyata aku sudah berada dirumah sakit. Pandanganku sangat
gelap, tak dapat ku melihat apa-apa. Ku mendengar suara seperti mama.
“Dimana aku?? Aku tak dapat melihat
apapun. Maaaa... apakah itu kamu?”
“Nisaaaa....kamu sudah sadar. Iya nak
ini mama.” (sambil mengenggam erat tanganku)
“Dimana aku ma? Pandanganku gelap, aku
tak bisa melihat apa-apa. Jawab ma...!!”
“Kamu kecelakaan sayang, sekarang kamu
ada dirumah sakit. Kamu koma selama 3 hari. Dokter bilang kamu mengalami gagar
otak , dan banyak kehabisan darah. Dan satu hal yang harus dapat kamu terima
nak.”
“Apa ma? Katakan ma. Apa yang terjadi
padaku?”
“Kamu di vonis 100% buta total nak.”
(isak tangis mama)
“Ini tidak mungkin ma, aku tidak
mungkin buta ma, tidaaaakk...!!! Aku masih dapat melihat, aku tidak buta ma,
aku tidak butaaa..!!!”
“Sudah Nisa, sudah...tenanglah nak,
tenang.. Mama akan berusaha mencari donor mata untukmu nak. Tenanglah naakk.”
Terasa
air mata mama menetes ditanganku. Apa yang terjadi Tuhan...
Aku tidak dapat melihat lagi, aku tidak bisa melihat Yoga. Apakah Yoga dapat
Aku tidak dapat melihat lagi, aku tidak bisa melihat Yoga. Apakah Yoga dapat
menerimaku
dengan keadaan seperti ini.
Hampir
sebulan aku dirawat dirumah sakit, aku tidak dapat melihat apa yang
terjadi.
Aku hanya dapat mendengar suara.
“Ma aku
ingin dirawat dirumah, aku tidak mau menghabiskan waktuku di rumah sakit.”
“Baiklah nak, mama akan urus supaya kamu dapat dirawat dirumah saja.”
“Baiklah nak, mama akan urus supaya kamu dapat dirawat dirumah saja.”
Aku pun
dirawat dirumah, mama yang selalu menemaniku dan mengurusku.
“Ma,
bagaimana dengan Yoga? Ada kabar tentang dia ma? Apakah dia tahu tentang
keadaanku?”
“Yoga sudah
tahu tentang kamu Nisa, dia akan berusaha cepat akan pulang, kamu sabar ya
Nisa.”
“Baiklah
ma, semoga Yoga dapat menerima Nisa apa adanya ya ma.”
“Yoga pasti
akan menerima keadaanmu Nisa, mama yakin dia sangat mencintaimu.” (sambil
memelukku)
Suatu
hari mama tampak senang, ku dengar suaranya berbicara kepada seseorang. Ntah
apa kabar baik itu, aku berharap Yoga lah kabar baiknya.
“Nissaaaa...ada
kabar baik untukmu nak.”
“Apa kabar baiknya ma? Apakah Yoga
sudah kembali?”
Mama terdiam sejenak...
“Bukan
nak, bukan tentang Yoga.”
“Jadi apa kabar baiknya ma?”
“Mama baru mendapat kabar bahwa ada
yang rela mendonorkan matanya untukmu nak, tanpa meminta bayaran sedikitpun.
Dokter barusan datang dan dia bilang mata itu akan dipasang besok. Jadi besok
kita kerumah sakit lagi.” (terdengar suara bahagia mama)
“Baiklah ma, semoga berjalan dengan
lancar.”
Hari
ini adalah hari operasiku, aku sudah tak sabar ingin melihat dunia seperti
dulu. Dan aku ingin melihat Yoga tentunya. Operasi pun berjalan dengan lancar.
Terdengar suara mama begitu bahagia dengan berjalan lancarnya operasiku.
“Dok kapan aku bisa melihat lagi?”
“Sabar kita tunggu sebentar lagi.”
“Apakah ini akan berhasil dok?” (tanya
mamaku)
“Kita berdoa saja ya bu, semoga
berhasil operasi ini. Mari kita buka perban matanya. Suster tolong tutup gorden,
matikan lampu dan hidupkan secara bertahap ya suster. Biar matanya adaptasi
dengan sinar secara perlahan.”
“Baiklah dok.”
“Saat saya membuka perban, jangan
langsung buka matamu dulu ya Nisa, tunggu aba-aba dari saya.”
“Baiklah dok.”
“Ok matikan lampunya sus (sambil
membuka perban) . Ok sekarang buka matamu Nis, dan tolong hidupkan lampunya
secara bertahap.”
“Dok aku tetap tak bisa melihat
apa-apa, pandanganku masih gelap.”
“Gimana ini dok, Nisa tetap tidak bisa
melihat.” (sahut mamaku)
“Tenang bu, matanya masih berkontraksi
dengan sinar yang masuk.”
“Maaaaaa...Nisa bisa melihat ma, Nisa
bisa melihat lagi ma. Nisa tidak buta ma, Nisa tidak buta...”
“Alhamdulillah.. terima kasih ya
Allah.” (sambil memelukku)
“Terima kasih dok.”
“Iya sama-sama bu, syukurlah operasinya
berjalan dengan baik.”
“Aku
ingin melihat mataku, suster tolong ambilkan saya cermin untuk melihat mata
baruku.”
Aku
terkejut saat melihat mataku di cermin, mataku begitu indah. Tapii....mata ini
mengingatkanku kepada Yoga, bola mata yang sekarang di mataku ini seperti mata
Yoga. Berdominan coklat.
Dimana
kamu Yoga? Apakah kamu tetap ingat janjimu kepadaku??
....
Suatu
pagi, dokter yang kemarin mengoperasi mataku datang kerumah, ingin memberitahu
siapa orang yang mendonorkan mata untukku.
“Permisi
bu, saya datang kesini ingin memberitahu siapa orang yang memberikan matanya
untuk Nisa.
“Ohh..silahkan masuk pak.”
“Nisaaaaa...ini ada dokter yang
mengoperasimu. Sini nak..!!” (teriak mamaku)
“Iya ma tunggu sebentar.”
Segera
ku keluar dari kamar dan duduk tepat di sebelah mama.
“Baiklah
aku akan memberi tahu siapa pendonor mata untukmu Nisa. Dia menyuruhku untuk
mengatakan ini saat bola mata itu ada di matamu. Orang itu bernama Yoga
lengkapnya Yoga Ananda Kusuma.”
“Apaa dookk? Yoga ??”
“Iya Yoga, dan dia juga ada menitipkan
surat untukmu Nisa.” (sambil menyerahkan surat itu)
Dear Nisa,
Hai bidadari
hatiku, ini aku Yoga. Bagaimana keadaanmu sayang?? Aku berharap kamu akan
baik-baik saja. Maafkan aku tak menepati janjiku untuk kembali. Sebenarnya aku
bukan melanjutkan perusahaan ayahku, melainkan aku berobat. Aku mengidap kanker
otak stadium 4, aku sengaja tak memberi tahumu, aku takut kamu terluka. Waktu
hidupku hanya sisa 2 tahun makanya aku pergi. Sekalian untuk memberikan
pelajaran untukmu. Pelajaran
untuk tetap bisa bertahan tanpa aku disampingmu.
Bola mata yang sekarang ada dimatamu, adalah mataku yang ku
donorkan untukmu. Jadi saat kamu bercermin kamu juga akan melihat aku dimata
itu. Tidak ada yang dapat menggantikanmu dihatiku sekarang, kamu sudah abadi
selamanya sayang. Dan aku sudah tepati janji ku. Ingin sekali aku melihatmu,
melihat senyummu. Tetapi aku tidak bisa, sekali aku minta maaf padamu.
Oh ya jagalah mawar pemberianku dan rawatlah jangan sampai
layu ya sayang. Aku mohon, jagalah air matamu jangan tangisi kepergianku,
bukannya ini keinginanku, tapi inilah jalan yang ditentukan Tuhan untuk kita.
Aku titipkan kenangan kita berdua. Jangan pernah kamu lupakan ya sayang.
Aku dapat merasakan jika kamu merindukanku, dan aku akan
datang di mimpi indahmu.
Jaga dirimu baik-baik ya sayang. Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu. Dan semoga suatu saat nanti kan kamu temui orang yang lebih baik dariku. Sekian surat dari ku ya sayang. Selamanya rasa ini selalu untukmu. I LOVE YOU FOREVER NISA
Jaga dirimu baik-baik ya sayang. Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu. Dan semoga suatu saat nanti kan kamu temui orang yang lebih baik dariku. Sekian surat dari ku ya sayang. Selamanya rasa ini selalu untukmu. I LOVE YOU FOREVER NISA
....
“Ini
pasti bukan Yoga, ini bukan Yoooggaaaa... Aku yakin Yoga masih hidup, dan dia
akan kembali. Dia akan tepati janji itu..!!!”
“Itu adalah Yoga, Nisa. Dia tak ingin
kamu tahu. Dia tak mau kamu terluka.” Kata dokter sambil menenangkanku
“Sudahlah Nisa, kamu harus
merelakannya. Dia tak kan kembali sayang. Tenanglah nak” jawab mama
menenangkanku juga.
....
Aku tak percaya Yoga begitu cepat
meninggalkanku, bayangannya, semua tentangnya tak mungkin bisa aku lupakan. Inginku
ulangi semua dan ku rajut dengan saat indah . Tuhan jagalah dia untukku. Berikan
Yoga tempat terindah di sisiMu.
The
End....
hikkssss...sad ending...
BalasHapusbagus ceritanya kak... tp part 1 dan 2 nya mana??? jadi pengen baca... :D
udah ada kok ti , coba anti buka blognya .
BalasHapus