Welcome to Indah's blog Please read my story and give your comment :)

Minggu, 30 September 2012

Tuhan tolong jaga dia untukku (part 3_end)

Buff kemana kamu?? Semenjak anniversary kita kelima, kamu sering menghilang tanpa kabar. Apakah kau tak mengingatku lagi buff? Apakah disana kamu telah menemukan seseorang yang lebih baik dariku? Ingatlah semua janjimu buff aku mohon. Aku tak mau kehilanganmu buff.

Ku mengirimkan pesan itu ke Yoga dan berharap ada balasan dari Yoga, tapi dia tak juga membalas. Sedang apa dia disana? Apakah dia baik-baik saja Tuhan?
Baru kali ini aku merasakan kesepian, bayangan Yoga selalu membayang. Beberapa hari ini aku selalu memimpikan Yoga, Yoga selalu mengatakan dia akan pergi jauh dan aku adalah cinta abadinya. Aku tak tahu maksud mimpi itu.
Aku lebih sering mengurung diri di dalam kamar, aku lebih sering absen kuliah.


“Nisaaa...keluarlah nak. Jangan mengurung diri seperti ini. Bukalah pintu mama mau masuk.” (suara mama dari balik pintu)
“Nisa baik-baik saja ma.” (teriakku dari dalam kamar)
“Bukalah pintu sebentar sayang.”
“Baiklah ma.”
“Kamu kenapa Nisa, beberapa hari ini kamu sering mengurung diri dirumah, bagaimana dengan kuliahmu?”
“Nisa tidak apa-apa ma, tenang saja ma Nisa nitipkan absen Nisa ke Dinda hehehehe...”
“Jangan begitu Nisa, ceritalah ke mama. Sekarang jadikan mama seperti sahabtmu sendiri ya.”
“Semenjak anniversary kelima Nisa sama Yoga, Yoga selalu tak ada kabar Ma. Dia yang dulu selalu kasih kabar, sekarang tidak ma. Mungkin dia sudah menemukan seseorang yang lebih baik dari Nisa kali ya ma..?
“Kamu jangan berpkir negatif dulu ke Yoga, siapa tahu dia lagi sibuk, atau apa. Jangan berpikir negatif dulu sayang. Kalau Yoga adalah jodohmu dia pasti akan kembali untukmu sayang. Kalau kamu lebih sering mengurung diri begini, berarti kamu mengecewakan Yoga. Mama yakin Yoga ingin cepat pulang dan melihatmu lagi. Jika suatu saat Yoga kembali dan melihat kamu seperti ini tanpa semangat. Ntar dia kecewa sama kamu.”
“Tapi Nisa benar-benar tak ada semangat ma, Yoga yang selalu memberikan Nisa semangat. Dia sekarang menjauh, tidak ada yang membuat Nisa semangat menjalani hari-hari Nisa ma.”
“Mama selalu ada untukmu nak, sekarang keluarlah. Jalani hari-harimu dengan semangat. Ok sayang.”
“Baiklah ma, Nisa akan kembali seperti Nisa yang dulu. Terima kasih ya ma. Mama telah menumbuhkan semangat Nisa lagi.” (sambil memeluk mama)
Semangatku pun kembali seperti dulu. Ku jalani hari-hariku dengan senyuman, dan beranggapan Yoga ada disampingku menemaniku. Saat malam hari mobile phone ku berdering ternyata itu pesan dari Yoga.

Sayang  maafkan aku, aku baru sempat membalas pesanmu. Aku tak pernah melupakanmu sayang, aku selalu memikirkanmu percayalah. Aku memang hari-hari ini sibuk. Aku tak pernah berniat menggantikanmu dengan siapapun, kamu tetap yang terindah. Yakinlah kamu pasti abadi untukku. Aku ingin sekali melihat wajahmu lagi, dan membuat mu tersenyum. Tetap jaga hatimu ya sayang. Aku menyayangimu Nisa.

Akhirnya Yoga membalas pesanku, betapa tenang hati ini Tuhan, aku semakin bersemangat menjalani hari-hariku. Aku pun mulai masuk kuliah, aku semakin serius kuliah. Karena aku mau disaat Yoga kembali, Yoga bangga melihatku berhasil.
Bila disaatku merindukan Yoga, aku selalu pergi ke taman mawar merah dan mengenang saat-saat terindahku bersama Yoga. Terkadang aku menangis mengingat Yoga. Tapi aku tetap tegar, aku yakin tanpa Yoga aku pasti bisa menjalani hari-hariku.
Suatu hari aku mendapat kiriman, ternyata kiriman itu dari Yoga. Setelah ku lihat ternyata isinya adalah bunga mawar merah yang begitu banyak. Dan terdapat sepucuk surat dari Yoga.
       
  Dear Nisa,
Hai sayang bagaimana keadaanmu disana? Bagaimana dengan mamamu juga?
Aku sangat merindukanmu sayang. Disetiap kesibukkanku terselip bayanganmu, dan bayanganmu terbawa di dalam mimpiku.
Inginku melihat senyummu lagi,dan bayanganmu. Kenangan yang tlah kita ukir gak mungkin bisa tergantikan oleh siapapun. Hanya kamu yang dapat memberikan ku kebahagiaan, tiada yang lain. Percayalah sayang. Aku mengirimkan bunga kesukaanmu, simpanlah bunga itu dan rawatlah.
Taruh bunga-bunga itu di kamarmu, jangan biarkan dia layu.
Jaga hatimu sayang. Hanya itu yang inginku sampaikan.
        I LOVE YOU SO MUCH NISA :*:*

Aku pun tersenyum, segera ku memindahkan bunga mawar itu ke dalam vas yang begitu cantik. Kamarku menjadi begitu wangi dengan adanya bunga mawar itu. Ku telfon Yoga, tetapi tak ada jawaban darinya. Aku begitu kecewa, tapi aku tetap berpikir positif, mungkin dia lagi sibuk dengan kerjaannya.
....
Waahhh ternyata besok hubunganku dengan Yoga telah genap 6 tahun. Betapa senangnya aku, karena Yoga akan menepati janjinya untuk kembali. Rasa tak sabar aku menunggu kehadiran Yoga. Keesokan paginya aku cepat-cepat mengirim pesan ke Yoga, aku ingin yang pertama mengucapkan sebelum Yoga.
Buff hari ini genap 6 tahun hubungan kita. Dan genapnya 2 tahun kamu disana.

Kamu ingat dengan janjimu untuk kembali kan buff? Kamu masih ingatkan?? Kasih tahu aku buff kapan kamu akan pulang kesini, aku ingin memberikan mu kejutan.  Aku sangat senang dengan ini buff, semoga kamu yang menjadi yang terakhir ya buff AMIN . Aku sangat-sangat merindukanmu my sweet :*

Oh iya hari ini genap hubungan kita, biasanya aku yang ucapin duluan, tumben sekarang kamu yang ucapin sekarang hehehee... Semoga hubungan kita semakin lama ya sayang. Iya nanti aku akan kasih tahu kapan aku kembali, urusanku juga sebentar lagi selesai. Aku juga sangat merindukanmu. I love you too Nisa :*

Sudah tak sabar aku ingin melihat Yoga, inginku percepat waktu. Aku pun berpikir untuk ke taman bunga mawar yang sering aku dan Yoga kunjungi. Cepat-cepat ku mandi dan pergi ke taman bunga mawar itu.

        “Mau kemana kamu Nisa pagi-pagi begini?”
“Aku ingin ke taman bunga mawar itu ma, hari ini genap 6 tahunnya hubunganku dengan Yoga, dan genapnya 2 tahunnya Yoga disana ma, tahun ini dia akan pulang ma.” (nadaku gembira)
“Syukurlah, nanti kita buat kejutan untuk kehadiran Yoga ya Nisa, yaudah kamu hati-hati perginya. Jangan ngebut.”
“Baiklah ma.”

Aku pun pergi ke taman bunga itu, aku melaju dengan kencang, karena aku ingin cepat sampai di taman bunga itu. Aku menyalib mobil di depanku dan ternyata di arah yang berlawanan tampak truk yang melaju sangat kencang. Aku tak dapat
mengelak lagi, dan...... DuarrrrrrrrRR....
Terdengar suara begitu keras dari telingaku, aku tak dapat membuka mataku lagi. Aku di bawah sadarku.

....

Saat aku tersadar, ternyata aku sudah berada dirumah sakit. Pandanganku sangat gelap, tak dapat ku melihat apa-apa. Ku mendengar suara seperti mama.
          “Dimana aku?? Aku tak dapat melihat apapun. Maaaa...  apakah itu kamu?”
“Nisaaaa....kamu sudah sadar. Iya nak ini mama.” (sambil mengenggam erat tanganku)
“Dimana aku ma? Pandanganku gelap, aku tak bisa melihat apa-apa. Jawab ma...!!”
“Kamu kecelakaan sayang, sekarang kamu ada dirumah sakit. Kamu koma selama 3 hari. Dokter bilang kamu mengalami gagar otak , dan banyak kehabisan darah. Dan satu hal yang harus dapat kamu terima nak.”
“Apa ma? Katakan ma. Apa yang terjadi padaku?”
“Kamu di vonis 100% buta total nak.” (isak tangis mama)
“Ini tidak mungkin ma, aku tidak mungkin buta ma, tidaaaakk...!!! Aku masih dapat melihat, aku tidak buta ma, aku tidak butaaa..!!!”
“Sudah Nisa, sudah...tenanglah nak, tenang.. Mama akan berusaha mencari donor mata untukmu nak. Tenanglah naakk.”
Terasa air mata mama menetes ditanganku. Apa yang terjadi Tuhan...
Aku tidak dapat melihat lagi, aku tidak bisa melihat Yoga. Apakah Yoga dapat
menerimaku dengan keadaan seperti ini.
Hampir sebulan aku dirawat dirumah sakit, aku tidak dapat melihat apa yang
terjadi. Aku hanya dapat mendengar suara.

“Ma aku ingin dirawat dirumah, aku tidak mau menghabiskan waktuku di rumah sakit.”
 “Baiklah nak, mama akan urus supaya kamu dapat dirawat dirumah saja.”
Aku pun dirawat dirumah, mama yang selalu menemaniku dan mengurusku.
“Ma, bagaimana dengan Yoga? Ada kabar tentang dia ma? Apakah dia tahu tentang keadaanku?”
“Yoga sudah tahu tentang kamu Nisa, dia akan berusaha cepat akan pulang, kamu sabar ya Nisa.”
“Baiklah ma, semoga Yoga dapat menerima Nisa apa adanya ya ma.”
“Yoga pasti akan menerima keadaanmu Nisa, mama yakin dia sangat mencintaimu.” (sambil memelukku)

Suatu hari mama tampak senang, ku dengar suaranya berbicara kepada seseorang. Ntah apa kabar baik itu, aku berharap Yoga lah kabar baiknya.

 “Nissaaaa...ada kabar baik untukmu nak.”
“Apa kabar baiknya ma? Apakah Yoga sudah kembali?”
Mama terdiam sejenak...
“Bukan nak, bukan tentang Yoga.”
“Jadi apa kabar baiknya ma?”
“Mama baru mendapat kabar bahwa ada yang rela mendonorkan matanya untukmu nak, tanpa meminta bayaran sedikitpun. Dokter barusan datang dan dia bilang mata itu akan dipasang besok. Jadi besok kita kerumah sakit lagi.” (terdengar suara bahagia mama)
“Baiklah ma, semoga berjalan dengan lancar.”

Hari ini adalah hari operasiku, aku sudah tak sabar ingin melihat dunia seperti dulu. Dan aku ingin melihat Yoga tentunya. Operasi pun berjalan dengan lancar. Terdengar suara mama begitu bahagia dengan berjalan lancarnya operasiku.

          “Dok kapan aku bisa melihat lagi?”
“Sabar kita tunggu sebentar lagi.”
“Apakah ini akan berhasil dok?” (tanya mamaku)
“Kita berdoa saja ya bu, semoga berhasil operasi ini. Mari kita buka perban matanya. Suster tolong tutup gorden, matikan lampu dan hidupkan secara bertahap ya suster. Biar matanya adaptasi dengan sinar secara perlahan.”
“Baiklah dok.”
“Saat saya membuka perban, jangan langsung buka matamu dulu ya Nisa, tunggu aba-aba dari saya.”
“Baiklah dok.”
“Ok matikan lampunya sus (sambil membuka perban) . Ok sekarang buka matamu Nis, dan tolong hidupkan lampunya secara bertahap.”
“Dok aku tetap tak bisa melihat apa-apa, pandanganku masih gelap.”
“Gimana ini dok, Nisa tetap tidak bisa melihat.” (sahut mamaku)
“Tenang bu, matanya masih berkontraksi dengan sinar yang masuk.”
“Maaaaaa...Nisa bisa melihat ma, Nisa bisa melihat lagi ma. Nisa tidak buta ma, Nisa tidak buta...”
“Alhamdulillah.. terima kasih ya Allah.” (sambil memelukku)
“Terima kasih dok.”
“Iya sama-sama bu, syukurlah operasinya berjalan dengan baik.”
“Aku ingin melihat mataku, suster tolong ambilkan saya cermin untuk melihat mata baruku.”

Aku terkejut saat melihat mataku di cermin, mataku begitu indah. Tapii....mata ini mengingatkanku kepada Yoga, bola mata yang sekarang di mataku ini seperti mata Yoga. Berdominan coklat.
Dimana kamu Yoga? Apakah kamu tetap ingat janjimu kepadaku??

....

Suatu pagi, dokter yang kemarin mengoperasi mataku datang kerumah, ingin memberitahu siapa orang yang mendonorkan mata untukku.

 “Permisi bu, saya datang kesini ingin memberitahu siapa orang yang memberikan matanya untuk Nisa.
“Ohh..silahkan masuk pak.”
“Nisaaaaa...ini ada dokter yang mengoperasimu. Sini nak..!!” (teriak mamaku)
“Iya ma tunggu sebentar.”

Segera ku keluar dari kamar dan duduk tepat di sebelah mama.
  
“Baiklah aku akan memberi tahu siapa pendonor mata untukmu Nisa. Dia menyuruhku untuk mengatakan ini saat bola mata itu ada di matamu. Orang itu bernama Yoga lengkapnya Yoga Ananda Kusuma.”
“Apaa dookk? Yoga ??”
“Iya Yoga, dan dia juga ada menitipkan surat untukmu Nisa.” (sambil menyerahkan surat itu)

Dear Nisa,
          Hai bidadari hatiku, ini aku Yoga. Bagaimana keadaanmu sayang?? Aku berharap kamu akan baik-baik saja. Maafkan aku tak menepati janjiku untuk kembali. Sebenarnya aku bukan melanjutkan perusahaan ayahku, melainkan aku berobat. Aku mengidap kanker otak stadium 4, aku sengaja tak memberi tahumu, aku takut kamu terluka. Waktu hidupku hanya sisa 2 tahun makanya aku pergi. Sekalian untuk memberikan pelajaran untukmu. Pelajaran
untuk tetap bisa bertahan tanpa aku disampingmu.
Bola mata yang sekarang ada dimatamu, adalah mataku yang ku donorkan untukmu. Jadi saat kamu bercermin kamu juga akan melihat aku dimata itu. Tidak ada yang dapat menggantikanmu dihatiku sekarang, kamu sudah abadi selamanya sayang. Dan aku sudah tepati janji ku. Ingin sekali aku melihatmu, melihat senyummu. Tetapi aku tidak bisa, sekali aku minta maaf padamu.
Oh ya jagalah mawar pemberianku dan rawatlah jangan sampai layu ya sayang. Aku mohon, jagalah air matamu jangan tangisi kepergianku, bukannya ini keinginanku, tapi inilah jalan yang ditentukan Tuhan untuk kita. Aku titipkan kenangan kita berdua. Jangan pernah kamu lupakan ya sayang.
Aku dapat merasakan jika kamu merindukanku, dan aku akan datang di mimpi indahmu.
Jaga dirimu baik-baik ya sayang. Aku selalu berdoa yang terbaik untukmu. Dan semoga suatu saat nanti kan kamu temui orang yang lebih baik dariku. Sekian surat dari ku ya sayang. Selamanya rasa ini selalu untukmu. I LOVE YOU FOREVER NISA
.... 

 “Ini pasti bukan Yoga, ini bukan Yoooggaaaa... Aku yakin Yoga masih hidup, dan dia akan kembali. Dia akan tepati janji itu..!!!”
“Itu adalah Yoga, Nisa. Dia tak ingin kamu tahu. Dia tak mau kamu terluka.” Kata dokter sambil menenangkanku
“Sudahlah Nisa, kamu harus merelakannya. Dia tak kan kembali sayang. Tenanglah nak” jawab mama menenangkanku juga.

....



Aku tak percaya Yoga begitu cepat meninggalkanku, bayangannya, semua tentangnya tak mungkin bisa aku lupakan. Inginku ulangi semua dan ku rajut dengan saat indah . Tuhan jagalah dia untukku. Berikan Yoga tempat terindah di sisiMu.

                                                                           The End....

2 komentar:

  1. hikkssss...sad ending...
    bagus ceritanya kak... tp part 1 dan 2 nya mana??? jadi pengen baca... :D

    BalasHapus
  2. udah ada kok ti , coba anti buka blognya .

    BalasHapus

> >