Welcome to Indah's blog Please read my story and give your comment :)

Minggu, 23 September 2012

Takkan pernah bersatu


Langkah kita semakin menjauh , padahal kita saling memikirkan, dan masih mempunyai perasaan satu sama lain. Aku hanya diam, diam menunggumu. Aku mencoba baik-baik saja di hadapanmu, tapi seharusnya kau tahu isi hati ini tanpa harus ku memberi tahumu. Aku hanya mengagumi tanpa kau cintai. Kau selalu memberiku harapan untuk
dapat memlikimu lagi, tapi itu hanya sekedar harapan, kau tak pernah mewujudkannya.


”Aku ingin bertemu Dit”
“Ada apa Cit, sepertinya ada hal penting yang ingin kau sampaikan”
“Iya Dit aku harus mengatakan ini’
“Ok Cit, aku tunggu di kafe biasa kita bertemu jam 7 malam ini” (sambil tersenyum manis padaku )
Malam ini aku akan mengatakan apa yang ku rasakan selama ini. Adit harus tahu bahwa aku tak mau terus menunggu dan menahan rasa cemburu.
....
Malam pun tiba, semua telah ku persiapkan, penampilanku dan apa yang ingin ku katakan ke Adit. Tampak dari kejauhan Adit duduk menungguku sambil melihat kesana-kemari mencariku. Ya Tuhan sebenarnya aku tak sanggup untuk menatap matanya. Aku takut mata ini menangis.
“Akhirnya datang juga, aku dari tadi nungguin kamu tahu gak sih. Dasar suka jam karet”
“Yahh si alis tebal marah  hehehe.. aku kan harus cantik di hadapanmu, makanya aku datang telat hehehee”
“Yadeh kali ini aku maafin, lain kali kalau masih suka telat, aku gak mau ketemu kamu lagi”
“Wkwkwk ok deh aku janji gak jam karet lagi kalau mau ketemu kamu. Senyum dulu dong jangan marah-marah lagi, ntar cepet tua”
“Malah ngejek dianya. Oh ya aku udah pesanin kamu minum”
“Ok makasih ya Dit”
“Apa yang ingin kamu omongin ke aku??”
“Oh iya aku sampai lupa mau ngomong apa. Aku mau ngomong serius denganmu Dit, jadi tanggapi dengan serius juga ya”
“Iya cepet dasar bawel (sambil mencubit pipiku)”
“Begini Dit sebenarnyaaa....”
Sebelum sempat aku memulai pembicaraan. Mobie phone Adit berdering. Aku yakin itu pasti dari Merry pacarnya. Ternyata dugaan ku bener.
“Tunggu dulu ya Cit, ini ada telpon dari Merry”
“Ok Dit”
Adit pun mengangkat telpon dari Merry dan menjauh dariku agar aku tak mendengarkan pembicaraan mereka. Ya Tuhan hati ini seperti di cabik-cabik. Andai saja aku sekarang di posisinya Merry, pasti aku tak seperti ini.
“Bisa di lanjutkan Cit, tadi ngomong apa??”
“Aku to the point aja ya Dit. Aku jujur Dit semenjak kamu ninggalkan aku, aku tak bisa melupakanmu, semua tentangmu, dan kenangan yang pernah terjadi di antara kita. Memang sih kita cuman sebentar pacarannya, tapi rasa ku udah terlalu besar untukmu. Dulu memang kesalahanku karena ku gak bisa ngertiin kamu. Tapi sekarang aku udah tahu semua tentangmu, kesibukanmu, segalanya tentangmu.”
“Tapi Cit aku udah menggantikanmu dengan Merry, aku kan udah pernah bilang. Tolong ngertikan aku, gak selamanya aku ada waktu untukmu. Tapi kamu tetap gak ngerti”
“Maafkan aku Dit mungkin dulu aku belum tahu semua tentangmu, tapi selama kamu pacaran dengan Merry aku mempelajari semua tentangmu, hingga ku sekarang tahu semua tentangmu”
“Aku bingung Cit, kamu kan tahu sekarang aku udah dengan Merry, tak mungkin ku meninggalkannya begitu saja tanpa ada alasan.”
Air mataku pun tak terbendung, tak dapat ku menahan air mata ini untuk tak keluar.
  “Hey Cit kamu nangis?”
“Gak kok aku gak nangis Dit aku kan cewek strong.”
“Aku gak percaya kamu bohong denganku Cit!”
“Bener aku gak nangis Dit (sambil menghapus air mata)
“Aku tahu kamu bohong!! Kalau udah nangis, nangis aja jangan ngaku-ngaku jadi cewek strong hahaha...Udah jangan nangis ahh, malu tahu nangis di tempat umum begini (sambil menghapus air mataku). Begini Cit aku jelasin. Aku pacaran dengan Merry masih belum serius kok, aku masih lihat dia bisa gak lewati tes yang ku berikan.”
“Tes...? Tes apa?”
“Aku mau lihat dia bisa ngertiin aku atau gak, lihat aja ntar tunggu seminggu yang akan datang kamu pasti akan tahu.”
“Baiklah Dit aku tunggu.”
Mobile phone Adit pun berdering lagi, dan aku lihat Merry yang menelponnya. Adit pun pergi menjauh dariku dan mengangkat telponnya Merry. Sekali lagi hati ini serasa di cabik-cabik. Aku berharap Adit bisa merasakan apa yang ku rasakan. Air mata pun tak terbendung lagi, tapi aku coba untuk menahannya keluar.
Adit pun selesai berbicara dengan Merry lewat mobile phone nya.
          “Oh ya Cit pulang yuk, ini Merry nyuruh aku main kerumahnya.”
“Oh begitu ya Dit, kamu aja pulang duluan, aku masih mau stay disini.”
“Ehhh....jangaann..!! kamu harus juga pulang, gak boleh cewek pulang malam-malam. Ntar tante Dina nyariin kamu.”
“Adittttt...!!!! Nama mami ku bukan Dinaaaaa...!!!”
“Terserah aku dong mau bilang apa (sambil menjulurkan lidahnya). Udah yuk pulang yuk aku males ntar Merry nelpon lagi.”
“Ihhhh aku masih mau disini dulu Adit, kamu aja duluan aku baik-baik aja kok, palingan selepas kamu pulang aku pasti pulang kok.”
“Huuu...yadeh aku gak mau tahu ya sempet aku lihat kamu masih disini aku gak mau ketemu kamu lagi”
“Kamu nih suka ngancem deh. Iya aku janji aku gak lama-lama disini. Udah sana kerumah Merry ntar dia nunggu kamu kelamaan (padahal dalam hati sakit banget)”
“Ok deh bawel . Aku pergi dulu ya. Kalau ada apa-apa cepet hubungi aku. Jangan diem aja.”
“Oki doki kapten Adit”
Aku melihat Adit pergi keluar kafe, suasana pun serasa sepi, seperti tinggal aku aja yang ada di kafe.
Tak lama Adit keluar dari kafe aku melihat dia masuk lagi dan hampiri mejaku
“Ada apa Dit kok balik lagi, ada yang ketinggalan?”
“Iya ada yang ketinggalan”
Tiba-tiba Adit mencium pipiku. Seketika itu aku diam seperti patung, aku serasa bermimpi. Adit menciumku.
          “Dit kamu menciumku?”
“Hehehehe... itu sebagai ucapan maafku.”
“Maaf apa Dit, kamu gak ada salah kok?”
“Ahhh udah deh, aku pergi dulu ya, ingat jangan pulang malam!!!!”
Dan sekali lagi aku melihat Adit keluar dari kafe. Bagiku ciuman tadi itu spesial, tapi aku yakin bagi Adit itu hanya ciuman biasa, karena aku bukanlah orang special di hatinya. Aku pun segera mengemaskan barangku, dan bergegas pulang. Takut ntar Adit kesini lagi lihat aku belum pulang, bisa-bisa dia gak mau ketemu aku lagi.
....
Sesampai dirumah aku langsung berbaring & mengingat apa yang terjadi barusan. Ya Tuhan jujur aku ingin Adit kembali untukku, aku berjanji gak akan sia-siakan dia lagi. Khayalanku terpecah saat mobile phone ku berdering. Ternyata itu sms dari Adit yang nanyain aku dirumah atau belum. Seperti ada yang berbeda dari Adit.
...
Semenjak pertemuan itu Adit sepertinya memberikanku harapan untuk bersamanya lagi, kami selalu berdua. Seakan-akan aku di posisinya Merry. Banyak kenangan yang tlah aku ukir berdua dengannya, inginku selalu disampingnya melihat senyum manisnya.
...
Oh iyaa besok adalah hari ulang tahunku, aku sengaja tak ada mengirimkan pesan untuknya, menelponnya, apalagi bertemu dengannya seharian. Aku mau tahu dia masih ingat dengan hari ulang tahunku apa gak.
Pukul 23.59 aku bersiap memegang mobile phoneku dan menunggu pesan dari Adit. Hingga pukul 01.00 dini hari aku menunggu ucapan happy b’day dari Adit, ternyata hasilnya nihil yang ku dapati hanya ucapan dari temen-temenku. Betapa jengkelnya aku malam itu lalu ku matikan mobile phoneku dan beranjak tidur.
Keesokan paginya ku aktifkan mobile phoneku dan sign in twitter mau ngecheck siapa aja yang ingat hari ulang tahunku. Ku lihat ada satu pemberitahuan DM masuk, setelah ku lihat ternyata Adit mengucapkan selamat ulang tahun padaku.
Citra selamat ulang tahun.. Sebenarnya aku mau nelfon kamu dan ucapin happy birthday pukul 12 tadi malam, tapi sekali ku check ternyata nomormu udah di hapus sama Merry, maaf ya Cit J
Sontak aku terbangun dan nyengir-nyengir sendiri, aku tak percaya ternyata Adit ingat hari ulang tahunku, aku semangat jalani hari ini. Rasanya inginku katakan pada seluruh dunia akan hal ini hehehee...
....
Siang hari giliran aku cek Facebook, sekedar pingin lihat siapa aja yang ucapin selamat ulang tahun padaku. Satu persatu kulihat kiriman orang-orang untukku tapi tak ada yang spesial. Sekilas ku lihat Adit ngirimin ucapan untukku lagi.
Happy birthday Citra, panjang umur, murah rezeki, di sayang orang tua, dan dapati pacar yang baik. Amiinnn J
Betapa senangnya hari ini. Aku pun langsung buat rencana untuk mengadakan acara ulang tahunku di suatu tempat makan, aku mengundang temen deketku dan Adit. Aku berharap dia datang nanti malam, karena hanya kehadiran Adit membuat acara ku menjadi indah dan sempurna.
...
Malam pun tiba aku udah siap dengan gaun pestaku, malam ini aku tampak tampil sempurna. Ini aku lakukan juga hanya untuk Adit.
Temen-temenku ternyata udah ada yang datang dan membawa kado untukku. Satu persatu temen ku datang tapi tak kulihat kehadiran Adit, hati pun mulai resah aku takut dia tak datang.
 Tak lama mobile phoneku bergetar ternyata itu pesan dari Adit.
Citra maafkan aku, aku tak dapat hadir di acara ulang tahunmu. Aku hari ini bertemu dengan Merry. Maafkan aku Cit.
Semangatku runtuh, hati serasa pecah membaca pesan dari Adit. Tawaku pun berubah jadi duka. Dan akhirnya ku tak kuasa menahan air mata. Teman-temanku pun terkejut melihatku menangis dan mereka membaca pesan dari Adit. Mereka pun menghiburku, tapi tetap tak bisa ku tahan air mata ini.
Ketika aku menangis ternyata Adit datang dengan temannya dan membawa sebuah kado untukku. Seketika akupun terdiam dan mencoba meyakinkan hatiku bahwa ini bukanlah mimpi, ini nyata itu adalah Adit!!!
“Hey kamu bilang kamu tak bisa datang ke acara ulang tahunku, tapi kok kamu ada disini??”
“Hehehehe... gak apa-apa dong, aku kan mau buat kejutan untukmu. Oh ya ini kado spesial untukmu Cit.”
“Aditttt..!!! kamu ngerjain aku sampai nangis tahu gak sih... Kado spesial untukku?”
“Hahaha kamu nangis?? Aku minta maaf deh Cit aku kan mau kasih kejutan. Iya kado spesial untukmu”
“Woowww...aku buka sekarang ya Dit.”
“Eittt... jangan sekarang dong, ntar aja pulangnya.”
“Ok lah Dit.”
Pesta pun dimulai, Adit ternyata membawa kamera untuk foto momen hari ulang tahunku. Bagiku ini adalah hari yang sangat menyenangkan, dan tak akan mungkin bisa ku lupakan.
TO BE CONTINUE....




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

> >