Langkah
kita semakin menjauh , padahal kita saling memikirkan, dan masih mempunyai
perasaan satu sama lain. Aku hanya diam, diam menunggumu. Aku mencoba
baik-baik saja di hadapanmu, tapi seharusnya kau tahu isi hati ini tanpa harus
ku memberi tahumu. Aku hanya mengagumi tanpa kau cintai. Kau selalu memberiku
harapan untuk
dapat memlikimu lagi, tapi itu hanya sekedar harapan, kau tak
pernah mewujudkannya.
”Aku ingin bertemu Dit”
“Ada apa Cit, sepertinya ada hal penting yang ingin kau
sampaikan”
“Iya Dit aku harus mengatakan ini’
“Ok
Cit, aku tunggu di kafe biasa kita bertemu jam 7 malam ini” (sambil tersenyum
manis padaku )
Malam
ini aku akan mengatakan apa yang ku rasakan selama ini. Adit harus tahu bahwa
aku tak mau terus menunggu dan menahan rasa cemburu.
....
Malam
pun tiba, semua telah ku persiapkan, penampilanku dan apa yang ingin ku katakan
ke Adit. Tampak dari kejauhan Adit duduk menungguku sambil melihat
kesana-kemari mencariku. Ya Tuhan sebenarnya aku tak sanggup untuk menatap
matanya. Aku takut mata ini menangis.
“Akhirnya
datang juga, aku dari tadi nungguin kamu tahu gak sih. Dasar suka jam karet”
“Yahh
si alis tebal marah hehehe.. aku kan
harus cantik di hadapanmu, makanya aku datang telat hehehee”
“Yadeh
kali ini aku maafin, lain kali kalau masih suka telat, aku gak mau ketemu kamu
lagi”
“Wkwkwk
ok deh aku janji gak jam karet lagi kalau mau ketemu kamu. Senyum dulu dong
jangan marah-marah lagi, ntar cepet tua”
“Malah
ngejek dianya. Oh ya aku udah pesanin kamu minum”
“Ok
makasih ya Dit”
“Apa yang
ingin kamu omongin ke aku??”
“Oh
iya aku sampai lupa mau ngomong apa. Aku mau ngomong serius denganmu Dit, jadi
tanggapi dengan serius juga ya”
“Iya
cepet dasar bawel (sambil mencubit pipiku)”
“Begini
Dit sebenarnyaaa....”
Sebelum
sempat aku memulai pembicaraan. Mobie phone Adit berdering. Aku yakin itu pasti
dari Merry pacarnya. Ternyata dugaan ku bener.
“Tunggu
dulu ya Cit, ini ada telpon dari Merry”
“Ok
Dit”
Adit
pun mengangkat telpon dari Merry dan menjauh dariku agar aku tak mendengarkan
pembicaraan mereka. Ya Tuhan hati ini seperti di cabik-cabik. Andai saja aku
sekarang di posisinya Merry, pasti aku tak seperti ini.
“Bisa
di lanjutkan Cit, tadi ngomong apa??”
“Aku
to the point aja ya Dit. Aku jujur Dit semenjak kamu ninggalkan aku, aku tak
bisa melupakanmu, semua tentangmu, dan kenangan yang pernah terjadi di antara
kita. Memang sih kita cuman sebentar pacarannya, tapi rasa ku udah terlalu
besar untukmu. Dulu memang kesalahanku karena ku gak bisa ngertiin kamu. Tapi
sekarang aku udah tahu semua tentangmu, kesibukanmu, segalanya tentangmu.”
“Tapi
Cit aku udah menggantikanmu dengan Merry, aku kan udah pernah bilang. Tolong
ngertikan aku, gak selamanya aku ada waktu untukmu. Tapi kamu tetap gak ngerti”
“Maafkan
aku Dit mungkin dulu aku belum tahu semua tentangmu, tapi selama kamu pacaran
dengan Merry aku mempelajari semua tentangmu, hingga ku sekarang tahu semua
tentangmu”
“Aku
bingung Cit, kamu kan tahu sekarang aku udah dengan Merry, tak mungkin ku
meninggalkannya begitu saja tanpa ada alasan.”
Air
mataku pun tak terbendung, tak dapat ku menahan air mata ini untuk tak keluar.
“Hey Cit kamu nangis?”
“Gak kok
aku gak nangis Dit aku kan cewek strong.”
“Aku
gak percaya kamu bohong denganku Cit!”
“Bener
aku gak nangis Dit (sambil menghapus air mata)
“Aku
tahu kamu bohong!! Kalau udah nangis, nangis aja jangan ngaku-ngaku jadi cewek
strong hahaha...Udah jangan nangis ahh, malu tahu nangis di tempat umum begini
(sambil menghapus air mataku). Begini Cit aku jelasin. Aku pacaran dengan Merry
masih belum serius kok, aku masih lihat dia bisa gak lewati tes yang ku
berikan.”
“Tes...?
Tes apa?”
“Aku mau lihat dia bisa ngertiin aku atau gak, lihat aja ntar tunggu seminggu yang akan datang kamu pasti akan tahu.”
“Aku mau lihat dia bisa ngertiin aku atau gak, lihat aja ntar tunggu seminggu yang akan datang kamu pasti akan tahu.”
“Baiklah
Dit aku tunggu.”
Mobile
phone Adit pun berdering lagi, dan aku lihat Merry yang menelponnya. Adit pun
pergi menjauh dariku dan mengangkat telponnya Merry. Sekali lagi hati ini
serasa di cabik-cabik. Aku berharap Adit bisa merasakan apa yang ku rasakan.
Air mata pun tak terbendung lagi, tapi aku coba untuk menahannya keluar.
Adit pun selesai berbicara dengan Merry lewat mobile phone nya.
Adit pun selesai berbicara dengan Merry lewat mobile phone nya.
“Oh ya Cit pulang yuk, ini Merry
nyuruh aku main kerumahnya.”
“Oh
begitu ya Dit, kamu aja pulang duluan, aku masih mau stay disini.”
“Ehhh....jangaann..!!
kamu harus juga pulang, gak boleh cewek pulang malam-malam. Ntar tante Dina
nyariin kamu.”
“Adittttt...!!!!
Nama mami ku bukan Dinaaaaa...!!!”
“Terserah
aku dong mau bilang apa (sambil menjulurkan lidahnya). Udah yuk pulang yuk aku
males ntar Merry nelpon lagi.”
“Ihhhh
aku masih mau disini dulu Adit, kamu aja duluan aku baik-baik aja kok, palingan
selepas kamu pulang aku pasti pulang kok.”
“Huuu...yadeh
aku gak mau tahu ya sempet aku lihat kamu masih disini aku gak mau ketemu kamu
lagi”
“Kamu
nih suka ngancem deh. Iya aku janji aku gak lama-lama disini. Udah sana kerumah
Merry ntar dia nunggu kamu kelamaan (padahal dalam hati sakit banget)”
“Ok
deh bawel . Aku pergi dulu ya. Kalau ada apa-apa cepet hubungi aku. Jangan diem
aja.”
“Oki
doki kapten Adit”
Aku
melihat Adit pergi keluar kafe, suasana pun serasa sepi, seperti tinggal aku
aja yang ada di kafe.
Tak lama Adit keluar dari kafe aku melihat dia masuk lagi dan hampiri mejaku
Tak lama Adit keluar dari kafe aku melihat dia masuk lagi dan hampiri mejaku
“Ada
apa Dit kok balik lagi, ada yang ketinggalan?”
“Iya
ada yang ketinggalan”
Tiba-tiba
Adit mencium pipiku. Seketika itu aku diam seperti patung, aku serasa bermimpi.
Adit menciumku.
“Dit kamu menciumku?”
“Hehehehe...
itu sebagai ucapan maafku.”
“Maaf
apa Dit, kamu gak ada salah kok?”
“Ahhh
udah deh, aku pergi dulu ya, ingat jangan pulang malam!!!!”
Dan
sekali lagi aku melihat Adit keluar dari kafe. Bagiku ciuman tadi itu spesial,
tapi aku yakin bagi Adit itu hanya ciuman biasa, karena aku bukanlah orang
special di hatinya. Aku pun segera mengemaskan barangku, dan bergegas pulang.
Takut ntar Adit kesini lagi lihat aku belum pulang, bisa-bisa dia gak mau
ketemu aku lagi.
....
Sesampai
dirumah aku langsung berbaring & mengingat apa yang terjadi barusan. Ya
Tuhan jujur aku ingin Adit kembali untukku, aku berjanji gak akan sia-siakan
dia lagi. Khayalanku terpecah saat mobile phone ku berdering. Ternyata itu sms
dari Adit yang nanyain aku dirumah atau belum. Seperti ada yang berbeda dari
Adit.
...
Semenjak
pertemuan itu Adit sepertinya memberikanku harapan untuk bersamanya lagi, kami
selalu berdua. Seakan-akan aku di posisinya Merry. Banyak kenangan yang tlah
aku ukir berdua dengannya, inginku selalu disampingnya melihat senyum manisnya.
...
Oh iyaa
besok adalah hari ulang tahunku, aku sengaja tak ada mengirimkan pesan
untuknya, menelponnya, apalagi bertemu dengannya seharian. Aku mau tahu dia
masih ingat dengan hari ulang tahunku apa gak.
Pukul 23.59 aku bersiap memegang mobile phoneku dan menunggu pesan dari Adit. Hingga pukul 01.00 dini hari aku menunggu ucapan happy b’day dari Adit, ternyata hasilnya nihil yang ku dapati hanya ucapan dari temen-temenku. Betapa jengkelnya aku malam itu lalu ku matikan mobile phoneku dan beranjak tidur.
Pukul 23.59 aku bersiap memegang mobile phoneku dan menunggu pesan dari Adit. Hingga pukul 01.00 dini hari aku menunggu ucapan happy b’day dari Adit, ternyata hasilnya nihil yang ku dapati hanya ucapan dari temen-temenku. Betapa jengkelnya aku malam itu lalu ku matikan mobile phoneku dan beranjak tidur.
Keesokan
paginya ku aktifkan mobile phoneku dan sign in twitter mau ngecheck siapa aja
yang ingat hari ulang tahunku. Ku lihat ada satu pemberitahuan DM masuk,
setelah ku lihat ternyata Adit mengucapkan selamat ulang tahun padaku.
Citra
selamat ulang tahun.. Sebenarnya aku mau nelfon kamu dan ucapin happy birthday
pukul 12 tadi malam, tapi sekali ku check ternyata nomormu udah di hapus sama
Merry, maaf ya Cit J
Sontak
aku terbangun dan nyengir-nyengir sendiri, aku tak percaya ternyata Adit ingat
hari ulang tahunku, aku semangat jalani hari ini. Rasanya inginku katakan pada
seluruh dunia akan hal ini hehehee...
....
Siang
hari giliran aku cek Facebook, sekedar pingin lihat siapa aja yang ucapin
selamat ulang tahun padaku. Satu persatu kulihat kiriman orang-orang untukku
tapi tak ada yang spesial. Sekilas ku lihat Adit ngirimin ucapan untukku lagi.
Happy
birthday Citra, panjang umur, murah rezeki, di sayang orang tua, dan dapati
pacar yang baik. Amiinnn J
Betapa
senangnya hari ini. Aku pun langsung buat rencana untuk mengadakan acara ulang
tahunku di suatu tempat makan, aku mengundang temen deketku dan Adit. Aku
berharap dia datang nanti malam, karena hanya kehadiran Adit membuat acara ku
menjadi indah dan sempurna.
...
Malam
pun tiba aku udah siap dengan gaun pestaku, malam ini aku tampak tampil
sempurna. Ini aku lakukan juga hanya untuk Adit.
Temen-temenku ternyata udah ada yang datang dan membawa kado untukku. Satu persatu temen ku datang tapi tak kulihat kehadiran Adit, hati pun mulai resah aku takut dia tak datang.
Tak lama mobile phoneku bergetar ternyata itu pesan dari Adit.
Temen-temenku ternyata udah ada yang datang dan membawa kado untukku. Satu persatu temen ku datang tapi tak kulihat kehadiran Adit, hati pun mulai resah aku takut dia tak datang.
Tak lama mobile phoneku bergetar ternyata itu pesan dari Adit.
Citra
maafkan aku, aku tak dapat hadir di acara ulang tahunmu. Aku hari ini bertemu
dengan Merry. Maafkan aku Cit.
Semangatku
runtuh, hati serasa pecah membaca pesan dari Adit. Tawaku pun berubah jadi
duka. Dan akhirnya ku tak kuasa menahan air mata. Teman-temanku pun terkejut
melihatku menangis dan mereka membaca pesan dari Adit. Mereka pun menghiburku,
tapi tetap tak bisa ku tahan air mata ini.
Ketika aku menangis ternyata Adit datang dengan temannya dan membawa sebuah kado untukku. Seketika akupun terdiam dan mencoba meyakinkan hatiku bahwa ini bukanlah mimpi, ini nyata itu adalah Adit!!!
Ketika aku menangis ternyata Adit datang dengan temannya dan membawa sebuah kado untukku. Seketika akupun terdiam dan mencoba meyakinkan hatiku bahwa ini bukanlah mimpi, ini nyata itu adalah Adit!!!
“Hey
kamu bilang kamu tak bisa datang ke acara ulang tahunku, tapi kok kamu ada
disini??”
“Hehehehe... gak apa-apa dong, aku kan mau buat kejutan
untukmu. Oh ya ini kado spesial untukmu Cit.”
“Aditttt..!!! kamu ngerjain aku sampai nangis tahu gak sih...
Kado spesial untukku?”
“Hahaha kamu nangis?? Aku minta maaf deh Cit aku kan mau kasih
kejutan. Iya kado spesial untukmu”
“Woowww...aku buka sekarang ya Dit.”
“Eittt... jangan sekarang dong, ntar aja pulangnya.”
“Ok lah Dit.”
Pesta
pun dimulai, Adit ternyata membawa kamera untuk foto momen hari ulang tahunku.
Bagiku ini adalah hari yang sangat menyenangkan, dan tak akan mungkin bisa ku
lupakan.
TO BE CONTINUE....
Tidak ada komentar:
Posting Komentar